tips merawat paving block
Tips Merawat Paving Block Agar Tetap Awet dan Tahan Lama
August 18, 2022
Show all

Cara Uji Kuat Tekan Paving Block Menurut Standar SNI

Pada dasarnya, setiap paving block dibuat dari bahan dasar yang sama, yaitu campuran antara agregat kasar, agregat halus, dan semen. Namun dengan rasio campuran material yang berbeda, kualitas material yang digunakan, kandungan kadar air pada campuran, serta metode produksi yang berbeda dapat menghasilkan paving block dengan nilai kuat tekan yang berbeda.

Lantas, apa itu nilai kuat tekan dan bagaimana cara melakukan pengujiannya? Simak terus ulasan berikut ini untuk mengetahui jawabannya.

Pengertian Nilai Kuat Tekan

Nilai kuat tekan adalah tolak ukur yang biasanya digunakan untuk menentukan kualitas paving block. Semakin tinggi nilai kuat tekannya, maka semakin kokoh pula paving block tersebut dan semakin sulit untuk dihancurkan. Dengan melakukan metode pengujian kuat tekan, kita dapat melihat seberapa kuat kemampuan paving block dalam menahan beban pada permukaannya sampai menimbulkan retak atau deformasi.

Biasanya pengujian kuat tekan dibutuhkan guna mengetahui kualitas paving block yang sesuai untuk proyek pembangunan yang dikerjakan. Misalnya, paving block yang digunakan untuk pembuatan trotoar atau pedestrian tentu memiliki mutu dan kekuatan yang berbeda dengan paving block yang digunakan untuk pembuatan lahan parkir, karena kedua aplikasi tersebut pun menanggung beban yang berbeda.

Nah, dalam hal ini, Badan Standar Nasional Indonesia mengklasifikasikan masing-masing kualitas paving block ke dalam empat jenis seperti pada Table 1.

Tabel 1

Klasifikasi Paving Block SNI

  1. Mutu A: Memiliki rata-rata kuat tekan sebesar 40MPa atau setara dengan kurang lebih 400kg/cm2 (K400) dengan batas minimum pada 35MPa atau setara dengan kurang lebih 350kg/cm2 (K350).
  2. Mutu B: Memiliki rata-rata kuat tekan sebesar 20MPa atau setara dengan kurang lebih 200kg/cm2 (K200) dengan batas minimum pada 17MPa atau setara dengan kurang lebih 175kg/cm2 (K175).
  3. Mutu C: Memiliki rata-rata kuat tekan sebesar 15MPa atau setara dengan kurang lebih 150kg/cm2 (K150) dengan batas minimum pada 12,5MPa atau setara dengan kurang lebih 125kg/cm2 (K125).
  4. Mutu D: Memiliki rata-rata kuat tekan sebesar 10MPa atau setara dengan kurang lebih 100kg/cm2 (K100) dengan batas minimum pada 8,5MPa atau setara dengan kurang lebih 85kg/cm2 (K85).

Berdasarkan klasifikasi diatas, kegunaan dari masing-masing mutu dapat dikategorikan sebagai berikut.

  1. Mutu A: dapat digunakan untuk pembuatan jalan raya dan area yang akan dilalui oleh alat berat seperti excavator, container, dsb.
  2. Mutu B: dapat digunakan sebagai area parkir
  3. Mutu C: dapat digunakan untuk pedestrian atau trotoar
  4. Mutu D: dapat digunakan untuk taman atau penggunaan lainnya.

Cara Pengujian Kuat Tekan

Nah, setelah mengetahui apa itu nilai kuat tekan dan klasifikasi paving block berdasarkan kualitasnya, kali ini kita akan membahas cara melakukan pengujian kuat tekan paving block menurut standar SNI menggunakan mesin penguji tekan.

  1. Untuk melakukan pengujian kuat tekan, dibutuhkan minimal tiga sample uji dan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, sangat direkomendasikan jika Anda menggunakan enam sample uji atau lebih.
  2. Ukur dan timbang sample paving block yang akan digunakan dan sudah dibentuk menjadi kubus sebelum melakukan pengujian. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa dimensi dari masing-masing sample sudah sesusai standar kualitas yang telah ditentukan.
  3. Letakkan sample pada mesin penguji tekan, untuk dapat diberikan beban secara continous.
  4. Selama proses pengujian, pastikan Anda selalu memperhatikan indikator digital mesin dan perubahan bentuk paving block.
  5. Apabila angka pada indikator digital berhenti bertambah dan paving block sudah mengalami deformasi, maka artinya proses pengujian sudah selesai.
  6. Lakukan langkah tadi secara berulang sampai semua sample selesai teruji.
  7. Setelah pengujian selesai, seluruh data yang diperoleh dihitung untuk mendapatkan nilai kuat tekan rata-rata paving block.
  8. Nilai kuat tekan yang didapat dari hasil pengujian ini diambil dari beban tekan maksimumnya (kN). Rumus perhitungannya adalah membagi angka beban tekan maksimum paving block (kN) dengan luas penampang benda penguji (cm2) sehingga didapati angka dalam satuan N/mm2.

Sebagai catatan:

1Mpa = 1N/mm2

1MPa = 10,192kg/cm2

Contoh:

Hasil uji menunjukan bahwa beban tekan maksimum berada pada angka 275kN, dan dimensi yang ditekan pada paving block dengan panjang 8cm dan lebar 8cm.

perhitungan kuat tekan paving block sni

Dengan demikian maka nilai kuat tekannya adalah 437,929kg/cm2.

Sample dapat dikategorikan dalam mutu A.

Itulah dia cara melakukan pengujian untuk mengetahui nilai tekan pada paving block. Nah, setelah mendapatkan rata-rata kuat tekannya, paving block akan diklasifikasikan berdasarkan mutu dan kualitasnya, sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek pembangunan yang dikerjakan.