Penggunaan konblok atau paving block semakin populer untuk jalan perumahan, pedestrian hingga parkiran. Namun, tidak sedikit orang mengeluhkan satu masalah yang sering terjadi setelah pemasangan paving block, yaitu air tidak meresap dan justru menggenang di permukaan.
Secara teori, konblok memiliki celah antar susunan yang memungkinkan air meresap ke dalam tanah. Lalu, kenapa dalam praktiknya justru sering terjadi genangan?
Air butuh “arah lari”. Kalau kemiringan permukaan paving block kurang dari 1–2%, air akan diam. Contoh: jalan terlihat rata (estetis), tapi justru bikin air stagnan. Hal ini sering terjadi di proyek yang terlalu fokus visual tapi tidak membangun sistem drainase yang benar.
Kalau tanahnya lempung atau sudah padat sekali, air tidak bisa turun ke bawah. Akibatnya air tertahan di atas lapisan pondasi, bahkan bisa naik lagi lewat celah paving.
Baca juga : Kesalahan Umum dalam Pemasangan Kanstin yang Sering Dilakukan
Banyak kasus genangan terjadi karena tidak adanya sistem pembuangan air yang baik. Penggunaan grill drainase sangat penting untuk membantu mengalirkan air dari permukaan ke saluran pembuangan.
Kalau celah antar paving tertutup lumpur atau semen. Air tidak bisa masuk yang mengakibatkan paving kehilangan fungsi resapnya. Debu, tanah, dan lumut juga bisa menutup pori-pori paving sehingga lama-lama paving jadi “kedap air”, terutama di area yang jarang dibersihkan.
Hal ini biasanya karena pemadatan tanah dasar dan sub base kurang baik atau tidak sesuai dengan beban kendaraan yang melintas sehingga fondasi tanah turun, akibatnya terbentuk cekungan atau gelombang di permukaan paving block yang menyebabkan genangan air pada waktu hujan deras.
Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Baca juga: Daftar Harga Paving Block / Conblock Per Meter Persegi
Air yang menggenang pada area konblok bukan disebabkan oleh materialnya saja, tetapi lebih sering karena kesalahan pada sistem pemasangannya dan drainase yang kurang baik. Dengan teknik yang tepat dan material pendukung yang sesuai, konblok tetap bisa menjadi solusi lantai penutup perkerasan jalan yang kuat untuk dilintasi kendaraan berat sekaligus membantu resapan air.
Jika Anda ingin hasil maksimal, pastikan tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga pada metode pemasangan dan sistem drainase yang digunakan.